Abjad Bahasa Inggris: Ini yang Harus Kamu Pelajari

abjad bahasa inggris

Agar benar-benar mampu berbicara dengan pengucapan bahasa Inggris yang benar, kamu benar-benar harus tahu bagaimana mengeja abjad bahasa Inggris dengan tepat.

Kali ini Eng Breaking menghadirkan materi tentang aturan mengeja abjad bahasa Inggris paling penting yang sebaiknya tidak kamu lewatkan.

Pada dasarnya mengeja abjad bahasa Inggris sama dengan belajar cara membacanya secara fonetik yang benar. Sebagai contoh, hal ini banyak kita temui jika kita mencari suatu kata di kamus, kemudian tentu disertai dengan cara membacanya berupa simbol-simbol tertentu yang biasanya disebut bentuk fonetik.

Pada bahasan kali ini, kamu akan dipandu untuk memahami, menggunakan, dan mengucapkan simbol-simbol fonetik sehingga pengucapan-mu sesuai dengan penutur asli.

26 karakter pada abjad bahasa Inggris

Dari kecil orang tua kamu tentu memperkenalkan kamu pada 26 karakter pada abjad bahasa Indonesia. 

Nah, begitu kamu sudah bersekolah dan belajar bahasa Inggris, mungkin di SD, guru bahasa Inggrismu juga mengajar tentang abjad untuk bahasa Inggris.

Akan tetapi cara mengucapkannya tidak sama dengan cara mengucapkan abjad untuk bahasa Indonesia. Hal ini tentu saja membuat perbedaan yang sangat mendasar.

Apakah kamu masih ingat bagaimana lafal atau pengucapan yang benar untuk abjad bahasa Inggris? 

Jika kamu kurang yakin mari lihat tabel di bawah ini.

Tabel berikut ini merupakan tabel abjad yang dilengkapi cara pengucapannya dengan IPA atau Alfabet Fonetik Internasional.

Ac /eɪ/ /ə/ Bb /biː/ Cd /siː/ Dd /di:/ Ee /i/ /i:/
Ff /ɛf/ Gg /ʤi/ /ʤiː/ Hh /eɪʧ/ Ii /aɪ/ Jj /ʤeɪ/
Kk /keɪ/ Ll /ɛl/ Mm /ɛm/ Nn /ɛn/ Oo /oʊ/
Pp /pi/ /piː/ Qq /kju/ /kjuː/ Rr /ɑr/ /ɑː/ Ss /ɛs/ Tt /ti/ /tiː/
Uu /ju/ /juː/ Vv /vi/ /viː/ Ww /ˈdʌbəlju/ /ˈdʌblju(ː)/ Xx /ɛks/ Yy /waɪ/
Zz /ziː/ /zed/

Sebagaimana kita tahu, dua aksen bahasa Inggris yang paling umum yaitu aksen British dan American. Adapun fonetik di atas merupakan aksen dari keduanya. Namun, jika terdapat dua fonetik maka fonetik pertama adalah aksen Amerika dan aksen kedua adalah aksen British.

Dari 26 karakter di atas terdapat 21 konsonan dan 5 huruf vokal.

Walaupun demikian, jika sudah digabungkan menjadi satu kata utuh maka pengucapannya bisa jadi berbeda sehingga ada lebih banyak bunyi fonetik yang tercipta.

Berikut adalah 44 Alfabet Fonetik Internasional dengan simbol tertentu yang wajib kamu tahu.

44 bunyi fonetik (IPA) :  Apa yang benar-benar harus dipelajari

Alfabet Fonetik Internasional atau IPA biasanya menentukan aturan ejaan fonetik dasar dalam bahasa Inggris. 

Berbeda dari 26 karakter abjad bahasa Inggris yang sudah disebutkan di atas, berdasarkan IPA terdapat 44 bunyi fonetik yang mewakili konsonan dan vokal. 

Beberapa komponen dalam transkripsi bahasa Inggris tersebut muncul misalnya sebagai konsonan, vokal, penekanan, diftong, bunyi ekor, dan lain-lain.

Setiap komponen atau bagian memiliki ejaan abjad bahasa Inggris yang berbeda-beda.

Lihat contoh transkripsi untuk kata ‘subjects’.

Subjects: /ˈsʌbʤɪkts/

Dari transkripsi fonetik di atas, dapat kita ketahui;

Konsonan : /s/ /b/ /ʤ/ /k/ /t/

Vokal: /ʌ/ /ɪ/

Suara Ekor: /s/

Penekanan: pada suku kata pertama ‘sub’ : /ˈsʌb/ (dilambangkan dengan ˈ)

24 cara mengeja konsonan bahasa Inggris

Terdapat dua jenis suara dalam bahasa Inggris, yaitu vokal dan konsonan.

Konsonan merupakan bentuk mati, bunyi yang apabila kita mengeluarkan udara dari laring melewati mulut kemudian dihambat pada tempat-tempat artikulasi. Pada saat pengucapan, bagian seperti lidah dan bibir bersentuhan, terhalang gigi, atau bibir atas dan bawah saling bertemu.

Berikut ini merupakan total 24 konsonan dalam abjad bahasa Inggris secara IPA.

/p/; /b/; /t/; /d /; /t∫/; /η/; /dʒ/; /k/; /g/; /f/; /v/; /ð/; /θ/; /s/; /z/; /∫ /; /ʒ /; /m/; /n/; /h /; /l/; /r/; /w/; /j/

Cara pengejaan dalam bahasa Inggris berubah bunyinya tergantung pada posisi suatu huruf dalam satu kata. Namun, sebagaimana kita tahu bahwa konsonan adalah bentuk mati, maka bunyinya tidak sefleksibel vokal. Jadi, sebagian besar ejaan konsonan tidak mengalami perubahan, namun mengikuti aturan khusu berikut ini;

1. /p/ : Pengucapan bunyi ini mirip dengan suara /p/ dalam bahasa Indonesia. Bunyi /p/ dibentuk dengan cara mengatup bibir rapat-rapat sehingga aliran udara di dalam mulut terhalang, lalu menghembuskannya dengan paksa.

2. /b/ : Pengucapan bunyi ini hampir sama dengan /p/, tetapi dikombinasikan dengan bunyi yang dibentuk pada saat pita suara bergetar.

3. /t/ : Bunyi ini terbentuk saat ujung lidah menyentuh gusi rahang atas, kemudian saat udara dikeluarkan, lidah menyentuh gigi depan. /t/ bunyinya sama dengan /t/ dalam bahasa Indonesia.

4. /d/ : Pengucapan bunyi /d/ hampir sama dengan /t/. Akan tetapi, saat mengucapkan bunyi ini, pita suara akan bergetar bersamaan dengan gerakan gigi, bibir, lidah, dan udara yang keluar.

5. /t∫/ : Bunyi  ini sama dengan mengucapkan ‘c’ pada kata ‘capek’ atau ‘ucap’ dalam bahasa Indonesia. Pada saat udara keluar, bibir berbentuk setengah lingkaran, lidah lurus dan sesaat menyentuh rahang atas.

6. /η/ : Pengucapan bunyi ini sama dengan ‘ng’ dalam bahasa Indonesia. Misalnya ‘ng’ pada kata ‘berenang’ atau ‘bangun’. Bunyi ini merupakan konsonan sengau langit-langit belakang. Udara keluar dari hidung, laring bergetar.

7.  /dʒ/ : Bunyi ini terbentuk ketika bibir bulat, melengkung ke depan. Begitu aliran udara keluar, bibir setengah lingkaran, lidah lurus menyentuh rahang bawah dikombinasikan dengan getaran pita suara.

8. /k/ : Dalam bahasa Indonesia bunyi /k/ terdapat pada kata ‘kami’ dan ‘kaki’. Bunyi ini merupakan konsonan letup langit-langit belakang nirsuara. Bagian belakang lidah diangkat untuk menyentuh langit-langit lunak, lalu lidah diturunkan untuk mengeluarkan suara.

9. /g/ : Pengejaannya hampir seperti /k/. Namun, digabungkan dengan laring yang bergetar membentuk /g/ saat pengucapannya. Bunyi /g/ terdapat pada kata seperti ‘gelap’ dan ‘gagap’ dalam bahasa Indonesia.

10. /f/ : Bunyi ini merupakan konsonan desis bibir-gigi nirsuara, bibir bawah dan gigi atas sedikit bersentuhan. Suara terbentuk dari udara yang berasal dari celah antara bibir bawah dan gigi atas. Bunyi /f/ dalam bahasa Indonesia terdapat misalnya pada kata ‘fana’ dan ‘ nafas’.

11. /v/ : Hampir sama dengan /f/, hanya saja /v/ merupakan konsonan desis bibir-gigi bersuara, yang mana rahang atas dengan lembut menyentuh bibir bawah tetapi pita suara ikut berpartisipasi. 

Bunyi ini hanya terdapat pada kata serapan dalam bahasa Indonesia seperti ‘ bola voli’ dan ‘video’. 

Walaupun pada umumnya diucapkan sebagai /f/ misalnya kata bahasa Inggris ‘activity’ yang dalam bahasa Indonesia ‘aktivitas’. Memang pakai /v/ tapi saat diucapkan jadinya /f/. Sehingga ‘aktifitas’ menjadi kata tidak baku dari ‘aktivitas’.

12. /ð/ : Ujung lidah diletakkan diantara dua gigi, lalu biarkan udara mengalir keluar di antara gigi dan lidah yang dikombinasikan dengan getaran laring.

13. /θ/ : Ujung lidah diletakkan di antara gigi, udara keluar di antara gigi dan gigi, laring tidak begetar.

14. /s/ : Bunyi ini dalam bahasa Indonesia terdapat pada kata ‘susu’ dan ‘sapi’. Lidah diletakkan ringan di rahang atas, mengangkat langit-langit lunak. Suara yang dihasilkan merupakan udara yang keluar dari lidah dan gusi.

15. /z/ : Pengucapan bunyi ini dengan meletakkan lidah dengan lembut di rahang atas, mengangkat langit-langit lunak, lalu udara keluar dari lidah dan gusi disertai dengan getaran laring. Dalam bahasa Indonesia bunyi ini terletak pada kata ‘zaman’ dan ‘lazim’.

16. /∫/ : Bunyi ini disebut juga sebagai konsonan desis pasca rongga-gigi nirsuara, yakni bibir sedikit menonjol ke depan, membulat, mengangkat bagian depan lidah hingga menyentuh rahang atas. Bunyi ini terdapat pada kata ‘syukur’ dan ‘syarat’ dalam bahasa Indonesia.

17. /ʒ/ : Bunyi ini juga disebut sebagai konsonan desis rongga-gigi bersuara, yakni bibir membulat, sedikit menonjol ke depan, mengangkat bagian depan lidah hingga menyentuh rahang atas lalu disertai dengan getaran laring. 

18. /m/ : Bunyi ini merupakan konsonan sengau dwi bibir, dimana kedua bibir tertutup, udaranya keluar melalui hidung. Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini terdapat pada kata ‘makan’ dan ‘sama’.

19. /n/ : Bunyi ini adalah konsonan sengau rongga gigi, dimana bibir terbuka, ujung lidah menyentuh rahang atas, lalu udara keluar dari hidung. Dalam bahasa Indonesia, bunyi fonetik ini terdapat pada kata ‘nanas’ dan ‘panas’.

20. /h/ : Bibir setengah terbuka, lidah diturunkan untuk mengeluarkan udara. Bunyi ini disebut sebagai konsonan desis hulu celah-suara nirsuara. Dalam bahasa Indonesia terdapat pada kata seperti misalnya ‘hampir’ dan ‘paham’.

21. /l/ : Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini terdapat pada kata ‘lempar’ dan ‘pelan’. Lidah melengkung menyentuh rahang atas, laring bergetar, bibir terbuka penuh.

22. /r/ : Bunyi ini disebut juga sebagai konsonan getar rongga-gigi, yang mana bibir bundar, sedikit ke depan, lidah melengkung ke dalam. Saat dilepaskan, lidah rileks, bibir bulat melebar. 

23. /w/ : Bunyi ini terbentuk dengan melonggarkan lidah, bibir sedikit membulat ke depan, dikombinasikan dengan pita suara untuk membentuknya. Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini terdapat pada kata ‘wajib’ dan ‘jawab’.

24. /j/ : Bunyi ini juga disebut sebagai konsonan hampiran langit-langit, dimana diproduksi dengan mengangkat bagian depan lidah untuk menyentuh langit-langit atas, mendorong udara melalui celah antara lidar dan langit-langit, lalu dikombinasikan dengan getaran pita suara.

Saat udara keluar, angkat bagian depan lidah ke langit-langit yang keras, dorong udara keluar dari bibir, angkat sebagian tengah lidah, dan rilekskan lidahnya.

20 cara mengeja vokal bahasa Inggris

Berbeda dengan konsonan, huruf vokal atau bentuk hidup adalah suara yang apabila kita mengeluarkan udara dari laring ke bibir, selama pengucapannya, tidak terhalang oleh bagian-bagian seperti lidah, gigi, dan lain-lain. 

Hanya saja kita diperlukan membentuk mulut sedemikian rupa sehingga bunyi yang kita inginkan dapat di produksi. Misalnya untuk mengucapkan ‘o’ harus memonyongkan mulut.

Sama halnya dalam bahasa Indonesia, abjad bahasa Inggris juga memiliki 5 vokal utama yaitu a, i, u, e, o. Namun untuk cara mengeja vokalnya sendiri ada 20 cara. 

Berikut ini merupakan lambang yang digunakan untuk mengeja vokal dalam bahasa Inggris.

/ʌ/, /ɑ:/, /æ/, /e/, /ə/, /ɜ:/, /ɪ/, /i:/, /ɒ/, /ɔ:/, /ʊ/, /u:/, /aɪ/, /aʊ/, /eɪ/, /oʊ/, /ɔɪ/, /eə/, /ɪə/, /ʊə/

Agar lebih jelas, mari kita bahasa cara mengeja vokal dalam bahasa Inggris seperti yang disebutkan di atas satu per satu.

1. /ʌ/ : Ini merupakan vokal takbulat setengah terbuka belakang yang terbentuk dengan mulut sempit, lidah sedikit terangkat. Dalam bahasa Inggris bunyi ini ada pada kata ‘us’ [ʌs].

2. /ɑ:/ : Bunyi ini adalah vokal takbulat terbuka belakang. Dalam bahasa Indonesia terdapat pada kata-kata serapan seperti, ‘shalawat’, ‘rida’, dan lain sebagainya.

3. /æ/ : Ini merupakan vokal takbulat hampir terbuka. Artinya vokal ini tidak diucapkan seperti membaca huruf ‘a’ yang mulunya terbuka penuh. Bunyi ini memiliki pengucapan campuran antara ‘a’ dan ‘e’ dengan buka mulut serta lidah dan bibir bawah keduanya diturunkan.

4. /e/ : Bunyi ini juga dikenal dengan vokal takbulat setengah tertutup depan. Bunyinya diproduksi dengan bibir lebih lebar, lidah lebih rendah daripada saat membaca bunyi i.

Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini ada pada kata ‘belok’ dan ‘colek’.

5. /ə/ : Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini terdapat pada kata ‘keras’ dan ‘besar’. Dieja dengan cara membuka bibir sedikit, lidah rileks dan berasal dari tenggorokan.

6. /ɜ:/ : Bunyi ini juga disebut sebagai vokal takbulat setengah terbuka madya. Diproduksi dengan bibir sedikit terbuka, lidah melengkung hingga menyentuh langit-langit atas.

7. /ɪ/ : Dalam bahasa Inggris, bunyi ini misalnya terdapat pada kata ‘pig’ [pɪg] dan ‘English’ [ˈɪŋglɪʃ]. Bibir melebar ke samping seperti senyum dan lidah turun.

8. /i:/ : Bunyi ini disebut juga dengan vokal takbulat tertutup depan, yaitu salah satu dari jenis vokal yang dapat digunakan dalam berbagai bahasa. 

Dalam bahasa Inggris, bunyi ini misalnya terdapat pada kata ‘green’ [gri:n].

Bibir terbuka ke samping seperti tersenyum dan lidah terangkat. Bunyi ini dibuat di mulut, bukan dengan meniup udara keluar.

9. /ɒ/ : Disebut juga dengan vokal bulat terbuka belakang. Diproduksi dengan lidah yang lebih rendah dan bibir agak membulat.

10. /ɔ:/ : Bunyi kali ini dikenal juga dengan sebutan vokal bulat setengah terbuka belakang. Cara memproduksinya adalah dengan bibir bundar, lidah melengkung menyentuh langit-langit mulut, dan pengucapannya seperti mengucapkan ‘o’.

11. /ʊ/ : Disebut juga dengan vokal bulat dekat-tinggi atau vokal bulat hampir tertutup hampir belakang. 

Dalam bahasa Indonesia, bunyi ini misalnya dieja pada kata ‘kubus’, ‘kudus’ dan lain sebagainya.

Bunyi ini dihasilkan dengan membulatkan bibir sedikit, lidah lebih rendah, mendorong udara dari tenggorokan.

12. /u:/ : Bunyi ini disebut juga sebagai vokal bulat tertutup belakang, dieja dengan lidah terangkat dan bibir membulat.

13. /aɪ/ : Bunyi ini bisa dikatakan dua vokal yang dibaca menjadi satu yaitu ‘a’ dan ‘i’. Dalam bahasa Indonesia misalnya pada kata ‘naik’, yang pada bahasa Inggris ada pada kata ‘like’ [laɪk]. 

Bibir secara bertahap rata ke samping, angkat lidah sedikit ke depan, ucapkan bunyi ‘a’ dan kemudian secara bertahap ubah menjadi ‘i’.

14. /aʊ/ : Saat mengucapkan bunyi ini, bibir menjadi lebih bulat, lidah bergerak ke belakang, secara bertahap eja huruf ‘a’ lalu kemudian ubah menjadi ‘u’.

15. /eɪ/ : Bunyi yang diproduksi dengan cara bibir diratakan ke samping dan lidah terangkat, seperti membaca huruf ‘e’ dan kemudian perlahan berubah menjadi ‘i’.

16. /oʊ/ : Bibir terbuka dan bulat, dorong lidah ke belakang, mulai ucapkan kata ‘e’ lalu secara bertahap ubah menjadi ‘u’.

17. /ɔɪ/ : Bunyi yang dieja dengan meratakan bibir ke samping, mengangkat lidah dan mendorong ke depan, seperti mengeja huruf ‘o’ kemudian secara bertahap berubah menjadi huruf ‘i’.

18. /eə/ : Dihasilkan dari bibir yang menyempit dan lidah yang ditarik.

19. /ɪə/ : Dari bentuk datar, bentuk bibir berubah ke bentuk bulat dan lidah ditarik ke belakang. Dengan perlahan mengubah bunyi ‘i’ menjadi ‘e’.

20. /ʊə/ : Bunyi ini dihasilkan dengan membuka bibir secara perlahan dan mendorong lidah ke depan.

Hal yang harus diperhatikan saat belajar pengucapan bahasa Inggris

Pelajari penekanan kata dalam bahasa Inggris

Penekanan kata merupakan salah satu faktor yang penting untuk dipelajari karena peranannya yang penting untuk meningkatkan pengucapan bahasa inggris kamu menjadi lebih berkualitas. 

Penekanan kata dalam istilah bahasa Inggris disebut word stress. Word stress merupakan satu cara untuk membuat kata-kata bahasa Inggris yang kamu ucapkan menjadi lebih renyah dan enak untuk didengar.

5 aturan dasar ejaan bahasa Inggris

1 – Huruf vokal menjadi pemenggal suku kata

Sebagaimana halnya dalam bahasa Indonesia, suku kata dalam bahasa Inggris juga dipenggal dilihat dari huruf vokalnya.

Seperti yang kita ketahui, huruf vokal dalam abjad bahasa Inggris sama dengan bahasa Indonesia, yaitu a, i, u, e, o.

Semakin banyak vokal pada satu kata maka semakin banyak pula suku kata yang dimiliki oleh kata tersebut.

Contoh kata dengan satu suku kata yaitu, ‘cat’, ‘dog’, ‘send’

Contoh kata dengan dua suku kata yaitu, ‘chicken’, ‘camel’, ‘content’

Contoh kata dengan tiga suku kata yaitu, ‘vitamin’, ‘editing’, ‘camera’

Contoh kata dengan empat suku kata yaitu, ‘curriculum’, ‘cameraman’, ‘presentation’

2 – Kata dengan huruf terakhir ‘e’ tidak dianggap sebagai suku kata tersendiri

Jika satu kata belakangnya ‘e’ tetapi sebelum ‘e’ bukan konsonan ‘l’ dan ‘e’ yang tidak dapat berdiri sendiri maka tidak dianggap sebagai satu suku kata yang berdiri sendiri pada kata tersebut. Melainkan masuk ke dalam suku kata huruf vokal sebelumnya.

Misalnya kata ‘late’, ‘make’, ‘translate’ dan lain sebagainya.

Namun, jika huruf ‘e’ setelah huruf ‘l’, maka ‘le’ memisahkan diri menjadi satu suku kata.

Contoh kata dengan akhiran ‘le’ yaitu, ‘table’, ‘couple’, ‘principle’

3 – Beberapa konsonan bahasa Inggris dibaca dengan cara berbeda-beda

Tidak seperti bahasa Indonesia, beberapa cara baca satu konsonan abjad bahasa Inggris dapat berbeda. 

Memang sebagian besar konsonannya memiliki cara eja yang tetap, yaitu b, f, h, k, l, m, n, p, r, v, z, tr.

Namun, bentuk konsonan seperti c, j, x, y, ch, sh dapat berubah cara ejanya jika tergantung pada huruf vokal yang menyertainya.

Contoh: garage /ˈɡær.ɑːʒ/, giant /ˈdʒaɪ.ənt/

4 – Pengejaan nama yang tepat

Pengucapan bahasa Inggris standar dalam komunikasi bahasa Inggris merupakan faktor yang sangat penting. 

Apabila kamu mengeja nama orang asing, semua aturan terkait seperti penekanan atau aturan membacanya harus diterapkan. Pisahkan namanya menjadi beberapa bagian lalu baca setiap huruf satu per satu hingga membentuk satu nama.

Agar terbiasa dengan aturan ini, kamu bisa berlatih dengan menggunakan nama-nama artis top dunia agar begitu kamu berhadapan dengan situasi dimana kamu harus mengeja nama, kamu sudah tahu bagaimana eja yang tepat.

Contoh: Taylor – T-A-Y-L-O-R

5 – Harus tahu dulu cara mengucapkan sebelum belajar mengeja

Entah kamu belajar dengan metode apa, aturan ejaan yang tepat tetap harus didasarkan pada tabel fonetik IPA. Kamu harus tahu pengucapan cara fonetik untuk setiap simbol dan jika memungkinkan berlatihlah dengan fonetik di kamus bahasa Inggris.

6 – Penekanan

Penekanan sering dianggap sepele oleh pelajar bahasa Inggris. Padahal bagian ini penting untuk dipelajari agar saat berbicara dengan orang asing mereka tidak gagal paham.

Kamu harus menentukan tekanan kata sebelum berbicara, melihat apakah konsonannya berubah atau tidak, serta tahu bagaimana vokal yang ditekankan akan diucapkan untuk mengenali dan mengetahui pengucapannya.

2 poin penting yang harus kamu ingat saat mengeja berdasarkan tekanan dalam bahasa Inggris:

  1. Pada simbol fonetik, penekanan dilambangkan dengan [‘]. 
  2. Jika simbol ini ada di depan satu suku kata maka disitulah penekanannya dengan cara dibaca lebih keras dan lebih lama daripada suku kata yang lain.

Bagaimana cara memastikan ejaan bahasa Inggris dengan benar?

Kamu perlu berlatih dengan rajin agar kamu dapat meningkatkan pengucapan kamu secara bertahap. Hal ini penting untuk dikombinasikan dengan pengetahuan aturan dasar sehingga kamu dapat mengeja kaliamt, kata atau abjad bahasa Inggris dengan lebih efektif. 

Beberapa hal berikut ini adalah metode sederhana yang bisa kamu gunakan untuk menguji apakah ejaan bahasa Inggris kamu sudah tepat.

Berbicara dengan teman yang jago bahasa Inggris, orang asing, penutur asli bahasa Inggris

Berinteraksi secara langsung menggunakan bahasa Inggris dengan orang lain yang memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas kita akan menjadi cara yang paling efektif untuk menguji kemampuan pengucapan kamu.

Saat ngobrol dengan orang asing khususnya penutur asli, kamu bisa menerima umpan balik yang jujur tentang tingkat pengucapan kamu menurut dia. 

Penutur asli akan dengan sangat mudah mengetahui apakah pengucapan kamu jelas, atau apakah mereka menangkap semua apa yang kamu katakan. Semua itu merupakan umpan balik yang berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang kamu miliki hari demi hari.

Manfaatkan gadget untuk berlatih ejaan bahasa Inggris

Zaman sudah canggih, peralatan serba mendukung. Tinggal bagaimana kamu akan memanfaatkan itu semua untuk belajar. 

Untuk berlatih ejaan bahasa Inggris yang benar, kamu bisa memanfaatkan teknologi pengenalan ucapan. Seperti misalnya pada google translate yang terdapat cara pengucapan suatu kata.

Cara dengan memanfaatkan teknologi sekarang ini lebih banyak diminati oleh anak muda. 

Banyak pengenalan suara yang diterapkan pada HP dan platform online. Kamu pasti tahu dong sistem pengenalan seperti ini, misalnya seperti Siri pada sistem iOS atau ‘OK Google’.

Baik Siri atau OK Google telah diprogram sedemikian rupa untuk dapat mengenali suara standar dan mengikuti perintah pembicara. 

Oleh karena itu, cara ini adalah salah satu metode yang menarik untuk menguji pengucapan kamu. 

Sekarang, coba kamu ambil HP dan buka asisten virtual tersebut kemudian ucapkan kata-kata bahasa Inggris apa saja yang kamu inginkan untuk melihat apakah suara kamu dapat ditangkap oleh asisten virtual sehingga ia memenuhi permintaan kamu.

Gunakan aplikasi dan software yang mengajarkan pengucapan bahasa Inggris

Kamu memiliki keuntungan besar jika lahir di era Gen-Z karena memiliki banyak bantuan dari software dan aplikasi yang sangat beragam. 

Secara khusus, software dan aplikasi yang dapat mengajarkan ejaan dan pengucapan bahasa Inggris saat ini pun sudah beragam. Beberapa diantaranya yang populer saat ini adalah Talkit, Elsaspeak, Pronunroid, FluentU, Eng Breaking App, dll.

Saat ini, semua serba mengandalkan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan yang sangat berperan besar. Kamu bisa dengan mudah tahu kelebihan dan kekurangan dari pengucapan kamu, sehingga dapat meningkatkan kemampuanmu ke level yang lebih tinggi lebih cepat.

Bagaimana cara mempertahankan pengucapan bahasa Inggris yang tepat dan standar? 

Orang-orang seringkali berkata, menjaga lebih sulit daripada memulai. 

Tantangan terbesar bagi pembelajar bahasa Inggris yang tidak tinggal di lingkungan pembicara bahasa Inggris adalah menjaga pengucapan bahasa Inggris agar tetap dan tidak mudah lupa.

Usahakan untuk mempergunakan bahasa Inggris dalam satu kali dua puluh empat jam, kapanpun dan dimanapun. Karena bahasa sangat mudah untuk terlupakan jika tidak digunakan.

Walaupun sudah fasih mengucapkan sebagian besar kata dalam bahasa Inggris dengan tepat, jangan sungkan untuk tetap membuka kamus atau alat bantu lainnya untuk memastikan ataupun meningkatkan pengucapan bahasa Inggris kamu.

Daripada tebak-tebak berhadiah untuk pengucapan suatu kata, lebih baik kamu membaca pelajari cara membacanya menurut penutur asli. Kamu bisa saja menebak hari itu, tapi tidak ada yang menjamin tebakan kamu itu tepat sehingga yang ada kamu malah salah dikemudian hari.

Beberapa metode ini bisa kamu gunakan untuk terus berlatih pengucapan yang tepat dan layak kamu coba. 

Pertama, membaca dengan nyaring setiap hari. Pilih beberapa teks untuk kamu baca. Entah itu dari status sosial media seseorang dengan bahasa Inggris, artikel berbahasa Inggris, dan lain sebagainya.

Kedua, berlatih membaca bersama teman. Berdua lebih baik daripada sendirian karena dua kepala otomatis kamu akan mendapatkan peluang lebih banyak bersama teman dalam mengatasi masalah yang akan kamu hadapi.

Ketiga, mendengarkan dan mempelajari pengucapan penutur asli. Siapa yang tidak tahu Youtube? Kamu bisa mencari video dengan penutur asli bahasa Inggris dengan berbagai macam konten untuk mendengarkan pengucapan yang tepat dari sumber yang akurat.

Sebagaimana kita memiliki dua telinga dan satu mulut. Hal ini mengindikasikan bahwa kita harus banyak-banyak mendengar daripada berbicara.

Mendengar merupakan salah satu jalan pengucapan bahasa Inggris yang benar dapat diserap oleh otak. Setelah mendengarkan, baru kemudian melafalkannya dengan mulut. 

Menjadi tekun belajar untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan pengucapan perlu untuk dilakukan secara rutin untuk menolak lupa.

Epilog

Demikian beberapa aturan dasar pengucapan abjad bahasa Inggris yang perlu untuk kamu tahu. 

Kamu lebih mengetahui tentang kemampuan pengucapan bahasa Inggris dan seberapa penting keterampilan pengucapan yang kamu miliki lebih dari siapapun. 

Pengucapan yang benar memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan yang lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pengucapan bahasa Inggris kamu saat ini. 

Jika kamu memiliki kritik atau saran, jangan sungkan untuk meninggalkan pesan di kolom komentar di bawah ini yah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *